Anxiety
Anxiety...
Apa sih anxiety itu?
Kalau search di Google, inilah artinya:
Anxiety adalah perasaan takut, khawatir, atau perasaan tidak menyenangkan terhadap sesuatu. Hal ini bisa menjadi reaksi terhadap stres atau pada orang yang tidak mampu mengenali pemicu stres dalam kehidupan mereka
Rasa anxiety itu tidak enak. Tapi perasaan panik itu sudah ada di dalam diriku, entah mulai kapan.
Suatu hari... terjadi lagi. Waktu sudah pukul 12 malam, namun aku sedang menghawatirkan hari esok. Malam itu, dadaku sesak, seakan-akan ada sesuatu yang menekannya. Bernafas tidak semudah biasanya. Air mataku mengalir tanpa alasan. Aku khawatir terhadap sesuatu yang belum terjadi dan mungkin tidak akan pernah terjadi. Aku ingin menghentikan perasaan tersebut namun otakku tidak mengizinkannya. Aku benci karena harus kalah dengan pikiranku ini. Mengapa sesuatu seperti ini tidak dapat kukontrol?
Aku menceritakan perasaanku kepada seorang teman. Katanya, "You need sleep".
Sebenarnya menceritakan hal seperti ini juga membutuhkan keberanian yang besar. Mengapa? Karena menunjukkan sisi lemah dari diri sendiri bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan.
Indeed, memang itu yang aku butuhkan.
Sebenarnya menceritakan hal seperti ini juga membutuhkan keberanian yang besar. Mengapa? Karena menunjukkan sisi lemah dari diri sendiri bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan.
Namun kita memang butuh menceritakan beban kita kepada seseorang lain. Aku bahkan sempat tidak terpikir untuk tidur karena aku terus tenggelam dalam kekhawatiranku. Tapi semakin malam, semakin kacau pikiranku.
Terkadang, hidup ini memang lucu. Diluar, aku adalah seorang yang bahagia. Wajahku penuh tawa. Memang, aku adalah seorang yang ceria dan aku suka tertawa.
Tapi, tidak ada yang sangka aku sedang bertarung dengan diriku sendiri, dengan pikiranku sendiri.
Esokannya, aku berusaha menepis pikiran-pikiran negatif dan keluar rumah.
Ketika tiba di kondisi yang aku khawatirkan tersebut, anxiety mulai mengambil alih. Entah mengapa tindakan dan responku terasa lebih lambat. Seakan-akan ngelag. Aku melihat ke kiri dan ke kanan, orang lain terlihat bergerak lebih cepat. Sedetik kemudian, aku mulai menguasai diriku dan berhasil kembali seperti normal.
Hari itu aku lewati dengan lancar. Tidak ada hal yang aku takutkan yang terjadi namun kesesakan dalam diriku itu masih ada.
Aku tahu, aku butuh healing.
Suatu perjalanan yang tak mudah. Namun harus aku kalahkan.
Comments
Post a Comment